Blog EntryIlmu, Amal & TaubatMar 8, '08 12:41 PM
for everyone

Ilmu , Amal dan Taubat

Seri ke 3 Belajar Tasawuf

 

Islam memandang ilmu dan amal sebagai sesuatu yang tak terpisahkan.

 

Tadzhib  (penyucian diri) dan tazkiyah (penjernihan bathin), haruslah diupayakan bagi setiap individu agar jalannya lurus sesuai yang diridhoi oleh Allah SWT. Andaikan kita tidak berupaya menghilangkan penyakit, kotoran dan kekejian dari jiwa kita, maka berakibat ilmu yang ada pada kita hanya menimbulkan bencana saja. Apabila ilmu bersemai pada kalbu yang kotor, maka akan menumbuhkan ranting dan daun yang kotor juga, sehingga akhirnya bertumbuh kembanglah pohon yang buruk (syajarah khabitsah) itu.

 

Semakin banyak konsep-konsep yang tertanam dalam kalbu yang gelap, tidak terdidik, maka semakin tebal pula hijabnya. Ilmu itu seharusnya mendekatkan diri manusia kepada Tuhannya,  akan tetapi di dalam kalbu orang yang rakus dunia justru akan menjauhkan manusia dariNya.

 

Terminologi keilmuan yang  telah dipelajari akan mengering apa bila tanpa disertai dengan ketakwaan, pembersihan dan pendidikan diri. Semakin luas terminologi ilmu yang terkumpul di dalam otak kita, hanya membuat tebal sifat ujub dan kesombongan kita. 1)

 

Pembersihan kolbu kita dengan bertaubat kepada Dzat Pencipta Alam. Orang-orang  mukmin sejati memiliki sifat-sifat, yaitu senantiasa bertaubat dari kesalahannya menyembah dan memanjatkan puji syukur kepada Allah, suka mengadakan perjalanan untuk menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, pengajaran, guna memperkuat keimanan kepada Allah, senantiasa istiqomah, ruku dan bersujud (mengerjakan sholat), mengajak kepada kebajikan serta mencegah dari perbuatan mungkar, dan menjaga diri dan tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam syariat dan hukumnya. 2)

 

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudara seagama.” (QS. At Taubah :11)

 

Para ulama mengatakan 3) bahwa taubat dari perbuatan dosa adalah wajib. Apabila perbuatan dosa itu tidak menyangkut dengan sesama manusia maksudnya hanya dosa antara seseorang dengan Allah taala, maka harus memenuhi tiga syarat, yaitu:

  1. menghentikan perbuatan dosa itu
  2. menyesal atas perbuatannya itu
  3. berketetapan hati untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu selama-lamanya. 

 

Apabila tidak memenuhi tiga persyaratan itu, maka tidak akan diterima taubatnya.

 

Dan apabila perbuatan dosa itu menyangkut dengan sesama manusia maka harus memenuhi empat syarat, yaitu tiga syarat seperti yang tersebut di atas ditambah dengan satu syarat yaitu harus menyelesaikan urusannya itu kepada yang bersangkutan.

 

 

Menurut riwayat yang disampaikan oleh Buchari (hadits qudsi), menyebutkan :

 

Allah taala berfirman : “Bertaubatlah kamu semuanya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian berbahagia”.

 

Allah taala berfirman :”Mohon ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepadaNya”.

 

Allah taala berfirman :”Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar taubat”. (H.R. Buchari)

 

Salam,

 

http://ferrydjajaprana.multiply.com

http://tasawuf.multiply.com

 

 

 

Bibliography ;

 

1)      Muhammad Reza Ramzi Awhadi, Cahaya Sufi, Penerbit Misbah, 2003

2)      UII, Al Quran dan Tafsirnya, UII, Yogyakarta, 1990

3)      Imam Abu Zakariya, Yahya Bin Syaraf An Nawawy, Terjemah Riyadlus Shalihin, Penerbit CV Toha Putra, Semarang, 1981


fathima35 wrote on Mar 9
TFS mas...jadi inget suatu ceramah, Bahwa Allah akan memberikan ilmu bagi mereka yang tidak bermaksiat..dan ilmu Allah itu dengan sendirinya diberikan kepada orang itu walalupun orang itu tidak mempelajarinya....tapi ilmu dari Allah adalah nuur...dan nuur ini tidak akan pernah bisa menmbus mereka2 yang bermaksiat....mohon koreksi kalau saya salah...:)
ferrydjajaprana wrote on Mar 9
Maksiat adalah noda, noda ini mengotori hati, apabila hati ini kotor maka cahaya Tuhan pun terhalang. Ini pernah disinggung oleh Al Ghazali, dalam kitab karangannya Kitab Syarh Al Ajaib Al Qalb (Keajaiban-keajaiban hati), Diindonesia diterbitkan Penerbit Karisma, Bandung, 2001.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help