Seri Ke lima Belajar Tasawuf
Oleh : Ferry Djajaprana
Kefakiran, berasal dari kata faqir, jamaknya fuqara’ artinya membutuhkan atau memerlukan. Maksudnya adalah orang miskin dan membutuhkan Allah.
Kata faqir mengandung pengertian miskin terhadap spiritual dan hasrat yang sangat besar terhadap pengosongan jiwa untuk menuju kepada Allah. Untuk mencapai pengetahuan bahwa Allah itu Maha Esa, Maha Berdiri Sendiri (ghina) sang faqir harus mencapai keadaan hamba sempurna. 1)
Faqir adalah orang yang “mengembalikan amanatnya kepada pemiliknya”. Sang fakir kembali ke keadaannya semula berupa ketiadaan dalam pengetahuan Allah. Karena pengetahuan Allah itu abadi, maka sang faqirpun akan mencapai keabadian. Landasan pengetahuan term faqir terdapat dalam Al Quran 2) Surah Muhammad (47) ayat 38 :
“Ingatlah kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir sesungguhnya dirinya hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada Nya); dan jika kamu berpaling niscaya dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti ini”.
Di dalam tasawuf, kata fakir tidak dimaksudkan untuk mereka-mereka yang miskin harta benda duniawi, melainkan mereka yang miskin ruhaniah, yang menyadari kebutuhan mereka terhadap Tuhan. Hati mereka hampa dari rasa cinta terhadap segala sesuatu selain Allah. 3)
Kefakiran adalah derajat yang paling mulia dalam perjalanan menuju Tuhan,4) Firman Allah “(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah, tidak dapat (mencari rezki) di atas bumi, (sehingga) orang jahil menyangka mereka sebagai orang-orang kaya dari sebab menjaga kehormatan diri dari minta-minta. Engkau kenal mereka dari tanda-tandanya, mereka tidak minta-minta kepada orang dengan cara mendesak. Dan harta yang kamu berikan sebagai infak itu, maka sesungguhnya Allah maha mengetahuinya.” (QS. Al Baqoroh [2]: 273).
Http://ferrydjajaprana.multiply.com http://tasawuf.multiply.com Bibliography :
1)Jumantoro, Totok. Munir Amin, Samsul. Kamus Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah, Wonosobo, 2005.
2)Departemen Agama, Al Quran Terjemahannya, Penerbit CV Toha Putra, Semarang, 1989 3)Frager, Robert. Psikologi Sufi Untuk Transformasi, Hati, Diri dan Jiwa, PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2002 4)Al Hujweri, Syed Ali Bin Utsman, The Kashful Mahjub, A.S. Noordin, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997.