Blog EntrySeri 7. SabarMar 21, '08 1:05 PM
for everyone

S a b a r

Seri ke 7 Belajar Tasawuf

Oleh : Ferry Djajaprana

 
Definisi sabar menurut kamus Tasawuf  adalah keadaan jiwa yang kokoh, stabil dan konsekuen dalam pendirian. Jiwanya tidak tergoyahkan, pendiriannya tidak berubah bagaimanapun berat tantangan yang dihadapi. 1)

 
Sabar itu lahir dari kondisi ruhani yang suci dan berasal dari kesadaran yang tinggi dari dalam hati yang jernih dan bening, karena sudah penuh  tawakal.2)  Dengan kesabaran salik tidak mudah mengeluh, tabah hati sehingga tidak gampang panik, dan pasrah hati.

Sabar adalah sikap yang sangat dipuji oleh Allah, sehingga banyak disebut di dalam kitab suci Al Quran dan Hadits. Dalam tasawuf, sabar dijadikan satu maqam sesudah maqam faqir. Karena persyaratan untuk dapat konsentrasi dalam dzikir orang harus mencapai maqam faqir. Dalam kefaqiran umumnya didera dengan berbagai cobaan dan penderitaan, yang menyebabkan merasakan maqam sabar. Menurut Islam, mengendalikan diri untuk mengamalkan perilaku sabar adalah tiang dari ahlak mulia, sesuai dengan firman Allah SWT 3):

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqoroh [2]:153).

Menurut Sa’id Hawwa 4), kesabaran dibagi tiga macam. Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dari kemaksiatan. Ketiga, sabar ketika mendapat cobaan.

Menurut sebagian orang arif 5) kesabaran dibagi tiga macam juga, hanya sudut pandangnya sedikit berbeda. Pertama, meninggalkan  hawa nafsu yang mungkar, dan ini derajat orang yang bertobat. Kedua, ridha terhadap takdir Allah yang menimpanya, dan ini derajat orang-orang yang zahid dan ketiga, cinta atau senang terhadap segala apa yang dilakukan Allah atas dirinya dan ini derajat orang yang benar.

 

Salam,

http://ferrydjajaprana.multiply.com

http://tasawuf.multiply.com

 

 

Bibliography :

 

1) Jumantoro,Totok. Munir Amin, Samsul. Kamus Ilmu Tasawuf, Wonosobo, Penerbit Azhar, 2005

2) Kafie, Jamaludin. Tasawuf Kontemporer, Jakarta, Republika, 2003

3) Departemen Agama RI, Al Quran dan Terjemahannya, Jakarta, 1989

4) Said Hawwa, Tazkiyatun Nafs, Intisari Ihya Ulumuddin, Penerbit Pena Pundi Aksara, Jakarta, 2005

5) Dr. Ahmad Daudy, Kuliah Ilmu Tasawuf,  Penerbit Bulan Bintang,Jakarta, 1998


hns459 wrote on Apr 6
Wah... jadi ngerti sekarang Saya nih, ternyata sabar itu bukan cuma mengalah dan pasrah, atau itu malah beda dengan sabar? Diterangin lagi dong Mas.
Oh iya, salam kenal dulu Mas. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
ferrydjajaprana wrote on Apr 6
Mungkin sabar yang dibubungkan dengan sifat mengalah dan pasrah adalah dalam konteks psikologi/ilmu jiwa (latin : psychos : Jiwa) dihubungkan dengan konteks keseharian. Sementara di tasawuf, ilmunya spiritual (rohani) (Latin : Spiritus). Jadi bedanya tipis, sehingga silap-silap kata keduanya seolah menjadi sama. Kesabaran yang hakiki seperti ilmunya nabi Khidir ketika mengajarkan ilmu kesabaran kepada nabi Musa.
Kalau hanya mengalah dan pasrah bersifat defensif dan berkesan pasif, tapi kalau kesabaran ada sifat proaktifnya menyandarkan sesuatunya Ke hadirat Ilahi Robi. Sehingga penekanan ke transformasi ke kejiwaannya meningkat.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help