Tanya:
Bang Verri, mau nanya sedikit tentang "tarekat" Alawiyah yang banyak dikutip disini.Apa menurut bang Verri "tarekat" Alawiyah ini memang bentuk sebuah tarekat sufi?
Info dari internet tentang tarekat "Alawiyah" ini kira2 sebagai berikut:"Thariqah Alawiyyah berpegang pada tauhid Imam Al Asy'ariy, dan Fiqih nya adalah Imam Syafii, dan Tasawwufnya dari sanad Imam Abu madyan. ...... Amalan seperti ratib yg merupakan kumpulan
hadits, tahlil yg merupakan kumpulan dzikir, maulid yg merupakan kumpulan shalawat sejarah dan syair atas nabi saw, dan wirid wirid serta dzikir yg sudah diajarkan oleh Rasul saw."
Menurut saya, kalau dikaitkan dengan sejarah, yang disebut "tarekat"Alawiyah ini lebih merupakan sekumpulan adat istiadat budaya parahabaib (keturunan Imam Ali dan Fatimah binti Rasulullah), yangberhijrah ke hadzramaut di yemen (kemudian menyebar ke India, Indonesia dst)..
Menurut saya ini bukan merupakan bentuk tarekat sufi.
Salam,
Ali
Jawab :
Membicarakan satu Alawi, memiliki tiga makna. Apabila kita tidak memahaminya suka di buat bingung, agar tidak bingung mari kita kupas satu per satu.
Pertama, Alawi nama kerajaan Maroko yang tergolong sebagai Syarif, keturunan Hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib RA. Benar, seperti yang sudah anda perkirakan, bahwa Alawiyah ini merupakan sekumpulan adat istiadat budaya para habaib (syarif/syarifa) yang hijrah ke Hadralmaut. Sudut pandang anda adalah Alawi dari silsilah kerajaan Maroko.
Yang saya tulis, dari sumber yang lain (sumber kedua), Alawiyah ini nama sebuah tarekat yang silsilahnya berasal dari Syaikh Aljazair, Ahmad Al Alawi. Tharekat ini tersebar luas di Afrika Utara di di berbagai Negara Arab, khususnya di Syria. Yang mana pengikut tarekat ini lebih suka disebut Sadziliyah. Maksudnya agar tidak terjadi kerancuan dengan aliran ‘Alawiyah yang lain (akan saya tulis pada point ke tiga, setelah yang satu ini). Ada satu cerita lucu, saya punya sahabat dulu mengikuti tarekat Sadziliyah di Mesir, dan dia punya afiliasi di Jakarta, sekarang dia sudah tinggal di Jakarta dan masih aktif. Tahun lalu ada pembukaan tarekat Sadziliyah, kebetulan kawan saya yang lain jadi pengurusnya, pada kesempatan peresmian tersebut Syeikhnya asal Syria berkunjung ke Indonesia, saya berinisiatif untuk mempertemukan keduanya sahabat saya tersebut karena saya fikir mereka masih satu Syeikh, ternyata setelah mereka bertemu, mereka bercerita bahwa syeikh masing-masing berbeda, jadi di ranting sini (Indonesia) berasal dari dua cabang yang berbeda satu di Mesir dan satunya di Syria, walaupun pada akarnya nanti ada titik pertemuan pada Syaikh Aljazair (logika saya, memperkirakan demikian).
Yang ketiga, Alawiyah merupakan suatu keyakinan yang menandakan “pengikut Ali” yang dipeluk oleh etnik Alawi. Yang didirikan di Syria, namun berkembang di Libanon dan Turki. Diperkirakan mereka berasal dari Arabia Selatan yang hijrah ke Utara, dulu mereka disebut Nusairiyyah, karena pimpinan mereka adalah Abu Syu’aib Muhammad Ibn Nusayr, ini juga sering membingungkan dengan Nasorean atau Mandaean di Iraq. Ini tidak kita bahas.
Lalu, bagaimana dengan ajaran tasawufnya dari Imam Abu Madyan? Abu Madyan, nama lengkapnya adalah Syuaib Ibn Hussein Al Ansari (1126-1198M), tokoh sufi ini terkenal di Aljazair, berasal dari Spanyol. Berguru pada Abu Yazzah Yalunnur Ibn Maymun Al Gharbi (1177), konon Abu Madyan pernah berguru pada Sufi Agung Abdul Qadir al Jillani, Abu Madyan ini memiliki banyak karya yang ditulis dalam bahasa Spanyol.
Konon Ibn Arabi pernah berguru kepada Abu Madyan, menurutnya “Abu Madyan adalah gurunya, ia merupakan pemrakarsa tehnik spiritual di tengah masyarakat Barat” sekarang Abu Madyan terkenal sebagai pakar sufi.
Apakah ajarannya bisa dikategorikan sebuah tarekat? Kalau dipandang dari literature cukup jelas bahwa Alawiyah adalah sebuah tarekat, ada guru ada murid, ada perkumpulan, ada ajarannya. Bahkan termasuk dalam tarekat yang muktabarah.
Fakta tambahan, Pada abad 19 M, tradisi ke sufian menunjuk ke Abu madyan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Syaikh Al Buzidi (Syaikh Tarekat Darqawi dari tarekat Al Alawi), salah satu instruksinya “Jika engkau tidak mampu menemui pakar spiritual maka pergilah dan berdoalah di depan makam Abu Madya”. Abu Madyan di pandang sebagai Quthb Al Ghaus, sebuah gelar spiritual yang menunjukkan pusat penghadiran spiritual dunia.
Untuk menjawab lebih lengkapnya bisa juga merujuk ke Turuq Darqawi/ Tareqat Syadziliyyah, karena ini saling berkaitan.
Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com