Terimakasih atas inputannya.
Kayaknya Mas penasaran dengan kaum Mutazilah ya? : )
Agar jelasnya saya jelaskan satu persatu. Mutazilah itu asal katanya
A’tazala artinya mengambil jarak, memisahkan diri, atau mengundurkan diri.
Penggunaan kata Mutazilah ini ada dua pemahaman, kaum mutakalimun memahami
mutazilah dalam konsep pembahasan masalah kalam yang berisi tentang doktrin
dasar atau akidah pokok Islam (ushuluddin). Perselisihan hokum fikih ini
menimbulkan terbentuknya mazhab Ja’fari, Zaidi, Khanafi, Syafii, Maliki dan
Hambali. Masing-masing mazhab memiliki fikihnya sendiri. Demikian juga
dengan akidah, mereka memiliki mazhab sendiri, mazhab ini diantaranya
adalah :Syiah, Mutazilah, Asy’ariyah dan Murjiah. Pembahasan masalah fikih
ini tidak dibahas. Mazhab ini muncul akhir abad pertama atau awal atau
awal abad ke dua Hijriyah. Konsep ajarannya yang populer adalah manzilah
bainal manzilatain (sebuah posisi diantara dua posisi). Para ahli kalam
mutazilah yang popular adalah : Al Qadhi Abdul Jabbar Al Astarabadi
(meninggal tahun 415 H/1025) buku karangannya : Al Ushul Al lhamsah, dan
Ash Shahid bin Abbad (W. 385H/995 M). Perhatikan tahun wafatnya..
Dan mutazilah yang ke dua adalah sebuah aliran pemikiran yang muncul akibat
kontroversi setelah terjadinya perang saudara antara pihak Ali Bin Abi
Thalib dan pihak Zubayr dan Thalhah, aliran ini timbul akibat reaksi
terhadap keabsolutan pandangan hitam diatas putih gerakan Kharijiyyah.
Konsep manzilah bainal manzilattain, yang muncul dari majlis Hasan Bashri,
yakni “Apakah Muslim yang melakukan dosa besar tetap sebagai muslim atau
tidak?”. Terhadap masalah ini pihak Kharijiyah menganggap bahwa orang itu
sudah tidak beriman dan ia harus dihukum bunuh. Hasan Bashri mengatakan
bahwa orang itu tetap beriman hanya saja perilakunya munafik, Wasil ibn
Atho (w 131/748) kedudukan orang tersebut berada diantara , bukan mukmin
dan bukan kafir, pandangan ini yang disebut Mutazilah, yakni orang yang
memisahkan diri dari Hasan Bashri sebagai guru besar yang terpercaya
perkataannya. Berdasarkan konsep ini maka saya menyebut bahwa berawal dari
sinilah kaum sufi berawal secara politik, berawal dari majlisnya Hasan
Bashri, yang nota bene beliau adalah tokoh sufi.
Tentang rentetan mursyid umumnya adalah keturunan nabi, memang kata ini
tidak tepat sekali makanya saya menyebutnya dengan kata ‘ umum nya’ artinya
masih ada mursyid yang bukan habib, tentu hal ini perlu check dan recheck.
Contoh tarekat Naqshabandi Al Haqani, mursyidnya adalah keturunan Rosul,
Alawiyah yang di Surabaya, mursyidnya juga habib. Konon dahulu kala, saat
Islam baru berkembang di bumi pertiwi ini, Syekh Siti Jenar sempat stress
pada saat dia berguru di Baghdad, karena sebagai keturunan Jawa dia tidak
bisa menjadi mursyid untuk tarekat yang dia ikuti, makanya beliau membuat
tarekat akmaliyyah yang bernasab ke dirinya. Tarekat pada masa itu belum
sepesat sekarang pekembangannya. Syekh Siti Jenar berprinsip kesetaraan
derajat antara kawula lan gusti, demikian juga kedudukan mursyid tidak
perlu harus bernasab kepada Rosul. Bahkan sekarang ini ada tarekat yang
bernasab langsung ke Rosul, hanya sekedar melalui impian, yaitu bertemu
dengan Rosul hanya melalui mimpi! Siapa yang berani jamin keabsahannya?
Perihal Abu Yazid Al Bushtami, bahwa beliau bukan seorang habib, itu
benar. Konsepsi tentang rentetan mursyid sudah dijelaskan di atas. Sebagai
rangkuman penyambung antara tasawuf dan tarekat adalah sebagai berikut
: Dimulai dari Rosul, Nabi dan sahabat beramal dan berbudi pekerti sesuai
tasawuf. Ajaran tasawuf adalah ajaran yang sesuai dengan Al Quran dan Al
hadits, pada 11 H, banyak orang Islam yang bermewah-mewahan, berlaku
sombong, takabur dan menumpuk harta, sebagian dari mereka ingin kembali
hidup sederhana, mengikuti gaya hidup Rosul, merekalah yang dinamakan orang
tasawuf atau orang-orang sufiyah. Madrasah dengan ajaran tasawuf mulai
didirikan oleh sahabat Hudzaifah bin Yamani, tetapi kata ‘tasawuf’ belum
popular saat itu.
Imam sufi yang popular pertama adalah Hasan Al Bashri, ulama tabiin, beliau
murid pertama Hudzaifah bin Yamani, sahabat Hasan al Bashri diantaranya :
Malik bin Dinar, Tsabit al Banay, Ayub As Sakhtiayani, Muhammad bin Waasik,
mereka adalah ulama besar Tasawuf pada permulaan abad ke 2 H.
Bashri kemudian mendirikan madrasah Tasawuf di Bashra, madrasah ke dua
dipimpin oleh Malik Ibnu Musayya, yang ke tiga dipimpin oleh Ibrahim bin
Adham, di Khurasan. Setelah ilmu tasawuf meluas kemudian banyak masyarakat
yang pro dan kontra, yang jelas ilmu tasawuf berasal dari Rosul SAW dan
sahabat-sahabat beliau.
Tentang tarekat yang dipaparkan dengan kiasan bahwa mursyid itu seperti
ratu lebah, bisa dikatakan saya sepakat.
Tentang dugaan bahwa Syiah awalnya adalah tarekat , saya kurang sependapat,
menurut saya syiah adalah ajaran kalam.
Syiah artinya partai Ali, atau pendukung kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
Mereka menegaskan bahwa Alilah yang berhak atas kekhalifahan atas izin
Tuhan. Dan ia menerima mandatnya dari Nabi Muhammad SAW,karena Ali memiliki
keistimewaan otoritas spiritual, kemudian beralih kepada anak dan
keturunannya. Adapun hipotesis Mas Ali yang mengatakan bahwa Imam 12 adalah
mursyid, menurutku kurang tepat. Karena konsep imam di syiah tidak sama
dengan imam di suni, imam di Suni adalah pemimpin shalat, di syiah maknanya
imam adalah sebagai model keteladanan. Di syiah sendiri ada beberapa sekte,
diantaranya Ghulat, Syiah Zaydiyah ( lima imam) dsb. Syiah Imam 12 yang
dimulai dari Ali bin Abi Thalib. Imam terakhir Muhammad bin Hasan Asykari,
dia diyakini menghilang dari permukaan dunia yang disebut ghaybat al sughra
(kegaiban kecil) bersamaan dengan kematian ayahnya (873), selama masa
kegaiban kecil ini kehendak sang imam diwakili oleh empat orang wakilnya.
Setelah kematian wakil ke 4 (940) yang tidak menunjukkan wakilnya lagi,
Syiah memasuki fase kegaiban besar (ghaybat al kubra). Selama masa ini
tidak ada lagi seorangpun yang bisa berhubungan dengannya, dan kelak akan
muncul kembali dalam perwujudan Imam Mahdi.
Tentang syiah itsna asyariyah saya tidak memahaminya, apakah yang dimaksud
adalah afshariyah?
Terakhir untuk tarekat Alawiyah, saya dengar di Surabaya masih aktif, di
Jakarta juga masih ada, lokasinya menurut informasi yang bisa dipercaya
adalah di daerah Tanah Abang. Detail sudah disampaikan Mas Doel (Qodir).
Salam,
----------
>hehehe....Menurut saya, statement bang Verri bahwa rentetan mursyid
>umumnya keturunan nabi (syarif/habib) juga tidak tepat.
>
>Kalau melihat di silsilah martin lings tersebut. Mayoritas justru bukan
>para habib. Silsilah tersebut menggabungkan antara link keturunan,dengan
>link guru-murid. Mungkin di buku aslinya dibedakan warna (?).
>Abu Yazid Albusthami bukan lah seorang habib, melainkan seorang yang
>berguru kepada Imam Jakfar Ashodiq. Setahu saya Ibnu Arabi, Hasan Bashri
>(belajar pada Ali Bin AbuThalib), Abu Madyan dll juga bukan seorang habib
>(please correct me if I wrong). Tetapi semuanya jika dirunut ilmunya akan
>sampai pada sufi awal ahlulbait nabi tersebut.
>
>Menurut saya kalau memang tasawuf awal dikembangkan oleh keturunan
>Rasulullah (ahlulbait), maka ya seharusnya dikatakan bahwa memang
>merekalah sufi2 awal.
>Terlepas dari issue sunnah syiah.
>Kalau memang sufi awal justru kaum mutazilah seperti yang dikemukan bang
>Verri, mestinya ada bukti-bukti bahwa merekalah pengembang tasawuf awal
>(kita bahkan belum pernah membahas paham mutazilah ini seperti apa.... :-)).
>
>Saya memandang tarekat seperti sarang lebah yang dipimpin oleh seorang
>ratu lebah (mursid). Jadi jika ada seorang mursyid (ratu lebah), pasti
>akan terbentuk sebuah tarekat. Terlepas dari statement bang Verri bahwa
>"penyebutan" tarekat baru diperkenalkan pada abad 4 H.
>
>Sebuah tarekat, bisa tumbuh dan mati. Matinya sebuah tarekat terjadi
>ketika tidak ada lagi diantara saliknya yang memperoleh nur ilmu
>kemursyidan. Sehingga tidak ada lagi mursyid dalam terekat tersebut.
>Salah satu kesalahan umum sebuah tarekat ketika mencampurkan antara
>keturunan dengan kemursyidan tersebut. Misalnya bahwa anak sang mursyid
>yang tidak memiliki nur ilmu kemursyidan justru diangkat menjadi pemimpin
>tarekat. Atau sebaliknya seorang yang dianggap paling tua/senior otomatis
>daingkat menjadi pemimpin tarekat. Ketika pemimpin sebuah tarekat bukan
>seorang mursyid, tarekat tersebut bisa dikatakan sudah mati. Mirip seperti
>sarang lebah yang ditinggalkan ratu lebah.
>
>Saya sendiri menduga bahwa syiah sendiri pada awalnya adalah sebuah
>tarekat yang dipimpin seorang mursyid. Jika hipotesa tersebut benar, maka
>mursyid terakhir mereka kemungkinan adalah imam ke-12 (Muhammad bin Hasan
>Asykari, berjuluk Almahdi --> terlepas bahwa dalam paham syiah, Almahdi
>masih hidup). Jadi ajaran syiah itsna asyariyah sekarang bisa dipandang
>sebagai bekas2 sebuah tarekat.
>
>Untuk tarekat alawiyah sendiri (dari Fakeh Muqaddam bin Ali baalwi),
>menurut hipotesa saya adalah juga merupakan tarekat yang sudah mati (tidak
>ada lagi mursyid-nya yang hidup saat ini). Ajaran ratib, tahlil, maulid
>dan lainnya bisa dipandang merupakan sisa-sisa sebuah tarekat.
>
>Salam,
--------------------
>Hehehe.. anda masih ingat saja, dalam rentetan mursyid umumnya adalah
>keturunan Nabi (syarif/Habib) , kalau kita berpatokan pada hal ini yah pasti
>tidak nyambung. Semua yang menjadi petinggi dalam tarekat umumnya yang
>masih ada pertalian darah dengan Rosulullah. Kaum mutazilah hanyalah
>sebagian kecil dan tentunya kalau mereka tidak bertautan darah dengan Rosul
>akan kurang mendapatkan perhatian (kaum rumput), tentunya yang namanya
>diarsir dalam batu (jadi prasati) ya petinggi spiritualnya yang nota bene
>ya para Syarif itu. Kalau yang ini menjadi acuannya pasti bahasan saya
>terdahulu selalu akan salah.
>
>Salam,
>Dj
------------------------
> >Bang Verri, semakin jauh semakin terlihat bahwa klaim bahwa tasawuf awal
> >dikembangkan oleh kaum mutazilah betul-betul tidak berdasar. Kelihatannya
> >tokoh tokoh tasawuf awal justru keturunan Nabi Muhammad dari Imam Ali bin
> >Abithalib dan Fatimah Azzahra binti Muahammad SAW.
> >
> >Silsilah thoriqoh Alawiyah adalah sbb:
> >Fakeh Muqaddam bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Alwi
> >bin Muhammad bin Baalwi Al-Habsyi bin
> >Abdullah bin Ahmad Al-Muhadjir bin Isa
> >Al-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali
> >Al-Uraidhi bin Jafar Siddiq bin Muhammad
> >Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina
> >Husein bin Sayyidah Fatimah (Ali bin
> >Abi Thalib) binti Sayyidina Muhammad Rasulullah
> >SAW
> >
> >Untuk Thoriqoh Alawiyah, ada penjelasan lebih jelas di
> mutabarah. html sbb:
> >Thoriqoh Alawiyyah berbedadengan Thoriqoh sufi lain pada umumnya.
> >Perbedaan itu, misalnya,terletak dari praktiknya yang tidak menekankan
> >segi-segi riyadlah (olahruhani) yang berat, melainkan lebih menekankan
> >pada amal, akhlak, danbeberapa wirid serta dzikir ringan. Sehingga wirid
> >dan dzikir ini dapatdengan mudah dipraktikkan oleh siapa saja meski tanpa
> >dibimbing olehseorang mursyid. Ada dua wirid yang diajarkannya, yakni
> >Wirid Al-Lathifdan Ratib Al-Haddad.serta beberapa ratib lainnya seperti
> >Ratib Al Attasdan Alaydrus juga dapat dikatakan, bahwa Thoriqoh ini
> >merupakan jalantengah antara Thoriqoh Syadziliyah (yang menekankan olah
> >hati) danbatiniah) dan Thoriqoh Al-Ghazaliyah (yang menekankan olah
> >fisik).Thoriqoh ini berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan dan tersebar
> >hinggake berbagai negara, seperti Afrika, India, dan Asia Tenggara
> >(termasukIndonesia ). Thoriqoh ini didirikan oleh Imam Ahmad bin
> >Isaal-Muhajir lengkapnya Imam Alawi bin Ubaidillah bin
> > Ahmadal-Muhajir— seorang tokoh sufi terkemuka asal Hadhramat. Al Imam
> > FaqihilMuqaddam Muhammad bin Ali Baalwi, juga merupakan tokoh kunci
> > Thoriqohini. Dalam perkembangannya kemudian, Thoriqoh Alawiyyah dikenal
> > jugadengan Thoriqoh Haddadiyah, yang dinisbatkan kepada Habib
> > Abdullahal-Haddad, Attasiyah yang dinisbatkan kepada Habib Umar bin
> > AbdulrahmanAl Attas, serta Idrusiyah yang dinisbatkan kepada Habib
> > Abdullah binAbi Bakar Alaydrus, selaku generasi penerusnya. Sementara
> > nama“Alawiyyah” berasal dari Imam Alawi bin Ubaidillah bin
> > Ahmadal-Muhajir. Thoriqoh Alawiyyah, secara umum, adalah Thoriqoh
> > yangdikaitkan dengan kaum Alawiyyin atau lebih dikenal sebagai saadah
> > ataukaum sayyid keturunan Nabi Muhammad SAWyang merupakan lapisan
> > palingatas dalam strata masyarakat Hadhrami. Karena itu, pada masa-masa
> > awalThoriqoh ini didirikan, pengikut Thoriqoh Alawiyyah kebanyakan
> > darikaum sayyid di Hadhramaut, atau Ba Alawi.Thoriqoh ini dikenal
> pulasebagai</DIV>
> > Toriqotul abak wal ajdad, karena mata rantai silisilahnya turuntemurun
> > dari kakek,ayah, ke anak anak mereka, dan setelah itu diikutioleh
> > berbagai lapisan masyarakat muslim lain dari non-Hadhrami. DiPurworejo
> > dan sekitarnya Thoriqoh ini berkembang pesat, diikuti bukanhanya oleh
> > para saadah melainkan juga masarakat non saadah , SayidDahlan Baabud,
> > tercatat sebagai pengembang Thoriqoh ini, yang sekarangdilanjutkan oleh
> > anak cucunya.
----------------------------
> >Sumber gambar sisilah dari bukunya Martin Lings
> >
> >--- In picts-info@yahoogro ups.com, Verri DJ <verri_dj@.. .> wrote:
> >Coba di check di garis sanad, nanti ada perjumpaan di salah satu
> >garis keturunan. Memang perlu ketelitian. Mudah-mudahan sudah ada
> >konklusinya atau didapat "benang merahnya".
> >
> >Salam,
> >Dj
-------------------
> >At 10:08 PM 27/03/08 -0700, you wrote:
> > >Ternyata kutipan yang dimaksud bang Verri adalah Terekat Sadziliyah.
> > >
> > >Berarti yang saya kemukakan mungkin arti ke empat dari "Alawi" ini
> >sebagai
> > >berikut :-).
> > >Beberapa Habaib di Indonesia (kadang juga disebut Ba'alawi) menyebut
> > >ajaran mereka sebagai tarekat Alawiyah. Misalnya dapat di baca di
> > >
> > >Para habaib tersebut adalah keturunan dari garis cucu Rasullullah Husain
> > >bin Ali (bukan Hasan bin Ali).
> > >Konon penjelas "tariqah" alawiyah mereka adalah Faqihilmuqaddam Muhammad
> > >bin Ali Ba'alawi
> > >(lahir 574 Hijriyah wafat 653 H) yang tinggal di Hadramaut Yemen .
> > >Tasawwufnya dikatakan dari sanad Imam Abu Madyan dan disempurnakan oleh
> > >sanad beliau sendiri dari ayahnya dan
> > >dari ayah dari ayahnya hingga Rasulullah saw.
--------
> > > Tentang Alawiyah
> > >
> > >Membicarakan satu Alawi, memiliki tiga makna. Apabila kita tidak
> > >memahaminya suka di buat bingung, agar tidak bingung mari kita kupas satu
> > >per satu.
> > >
> > >Pertama, Alawi nama kerajaan Maroko yang tergolong sebagai Syarif,
> > >keturunan Hasan Ibn Ali Ibn Abi Thalib RA. Benar, seperti yang sudah anda
> > >perkirakan, bahwa Alawiyah ini merupakan sekumpulan adat istiadat budaya
> > >para habaib (syarif/syarifa) yang hijrah ke Hadralmaut. Sudut pandang
> >> anda adalah Alawi dari silsilah kerajaan Maroko.
> > >
> > >Yang saya tulis, dari sumber yang lain (sumber kedua), Alawiyah ini nama
> > >sebuah tarekat yang silsilahnya berasal dari Syaikh Aljazair, Ahmad Al
> > >Alawi. Tharekat ini tersebar luas di Afrika Utara di di berbagai Negara
> > >Arab, khususnya di Syria. Yang mana pengikut tarekat ini lebih suka
> >disebut
> > >Sadziliyah. Maksudnya agar tidak terjadi kerancuan dengan aliran
> >'Alawiyah
> > >yang lain (akan saya tulis pada point ke tiga, setelah yang satu
> >ini). Ada
> > >satu cerita lucu, saya punya sahabat dulu mengikuti tarekat Sadziliyah di
> > >Mesir, dan dia punya afiliasi di Jakarta, sekarang dia sudah tinggal di
> > >Jakarta dan masih aktif. Tahun lalu ada pembukaan tarekat Sadziliyah,
> > >kebetulan kawan saya yang lain jadi pengurusnya, pada kesempatan
> >peresmian
> > >tersebut Syeikhnya asal Syria berkunjung ke Indonesia, saya berinisiatif
> > >untuk mempertemukan keduanya sahabat saya tersebut karena saya fikir
> >mereka
> > >masih satu Syeikh, ternyata setelah mereka bertemu, mereka bercerita
> >bahwa
> > >syeikh masing-masing berbeda, jadi di ranting sini (Indonesia)
> >berasal dari
> > >dua cabang yang berbeda satu di Mesir dan satunya di Syria, walaupun pada
> > >akarnya nanti ada titik pertemuan pada Syaikh Aljazair (logika saya,
> > >memperkirakan demikian).
> > >
> > >Yang ketiga, Alawiyah merupakan suatu keyakinan yang menandakan "pengikut
> > >Ali" yang dipeluk oleh etnik Alawi. Yang didirikan di Syria, namun
> > >berkembang di Libanon dan Turki. Diperkirakan mereka berasal dari Arabia
> > >Selatan yang hijrah ke Utara, dulu mereka disebut Nusairiyyah, karena
> > >pimpinan mereka adalah Abu Syu'aib Muhammad Ibn Nusayr, ini juga sering
> > >membingungkan dengan Nasorean atau Mandaean di Iraq. Ini tidak kita
> >bahas.
> > >
> > >Lalu, bagaimana dengan ajaran tasawufnya dari Imam Abu Madyan? Abu
> >Madyan,
> > >nama lengkapnya adalah Syuaib Ibn Hussein Al Ansari (1126-1198M) , tokoh
> > >sufi ini terkenal di Aljazair, berasal dari Spanyol. Berguru pada Abu
> > >Yazzah Yalunnur Ibn Maymun Al Gharbi (1177), konon Abu Madyan pernah
> > >berguru pada Sufi Agung Abdul Qadir al Jillani, Abu Madyan ini memiliki
> > >banyak karya yang ditulis dalam bahasa Spanyol.
> > >
> > >Konon Ibn Arabi pernah berguru kepada Abu Madyan, menurutnya "Abu Madyan
> > >adalah gurunya, ia merupakan pemrakarsa tehnik spiritual di tengah
> > >masyarakat Barat" sekarang Abu Madyan terkenal sebagai pakar sufi.
> > >
> > >Apakah ajarannya bisa dikategorikan sebuah tarekat? Kalau dipandang dari
> > >literature cukup jelas bahwa Alawiyah adalah sebuah tarekat, ada guru ada
> > >murid, ada perkumpulan, ada ajarannya. Bahkan termasuk dalam tarekat yang
> > >muktabarah.
> > >
> > >Fakta tambahan, Pada abad 19 M, tradisi ke sufian menunjuk ke Abu madyan,
> > >sebagaimana yang dicontohkan oleh Syaikh Al Buzidi (Syaikh Tarekat
> >Darqawi
> > >dari tarekat Al Alawi), salah satu instruksinya "Jika engkau tidak mampu
> > >menemui pakar spiritual maka pergilah dan berdoalah di depan makam Abu
> > >Madya". Abu Madyan di pandang sebagai Quthb Al Ghaus, sebuah gelar
> > >spiritual yang menunjukkan pusat penghadiran spiritual dunia.
> > >
> > >Untuk menjawab lebih lengkapnya bisa juga merujuk ke Turuq Darqawi/
> >Tareqat
> > >Syadziliyyah, karena ini saling berkaitan.
> > >
> > >Salam,
------------------------> > >
>Bang Verri, mau nanya sedikit tentang "tarekat" Alawiyah yang banyak
> > > >dikutip disiini.
> > > >Apa menurut bang Verri "tarekat" Alawiyah ini memang bentuk sebuah
> >tarekat
> > > >sufi?
> > > >
> > > >Info dari internet tentang tarekat "Alawiyah" ini kira2 sebagai
> >berikut:
> > > >"Thariqah Alawiyyah berpegang pada tauhid
> > > >Imam Al Asy'ariy, dan Fiqih nya adalah Imam Syafii, dan Tasawwufnya
> > > >dari sanad Imam Abu madyan. ...... Amalan seperti ratib yg merupakan
> > > kumpulan
> > > >hadits, tahlil yg merupakan kumpulan dzikir, maulid yg merupakan
> > > >kumpulan shalawat sejarah dan syair atas nabi saw, dan wirid wirid
> > > >serta dzikir yg sudah diajarkan oleh Rasul saw."
> > > >
> > > >Menurut saya, kalau dikaitkan dengan sejarah, yang disebut
> > > >"tarekat"Alawiyah ini lebih merupakan sekumpulan adat istiadat budaya
> > > >parahabaib (keturunan Imam Ali dan Fatimah binti Rasulullah),
> > > >yangberhijrah ke hadzramaut di yemen (kemudian menyebar ke India,
> > > >Indonesiadst) ..
> > > >
> > > >Menurut saya ini bukan merupakan bentuk tarekat sufi.
> > > >
> > > >Salam,