Blog EntryHarimau Mati Meninggalkan "Buku"Apr 14, '08 6:10 AM
for everyone

Harimau Mati Meninggalkan Belang, Penulis Mati Meninggalkan Karya

Dalam suatu perbincangan, kawan-kawan yang nota bene bekerja sebagai penulis lepas berkeluh kesah kalau pendapatannya kurang mencukupi untuk menutupi kebutuhan hariannya. Punya beberapa sahabat penulis ada yang lepas dan ada pula yang terikat dengan institusi membuat saya memahami apa yang mereka fikirkan.


Untuk memberi solusi atas masalah yang dia hadapi, mengingatkan saya kepada seorang sahabat seorang penulis juga yang produktif menerbitkan karya-karyanya. Dahulu diapun memiliki masalah yang sama, baginya royalti 10% dari harga buku adalah terlalu kecil dari apa yang dia idam-idamkan, ada juga penerbit yang harus dia minta untuk mendapatkan royaltinya. Berbekal pengalaman pahit itu kini dia membuat penerbitan sendiri, dan konon untung (profit)nya lebih besar, karena semua dia atur sendiri. Kelemahannya dia harus rela mengeluarkan modal yang besar untuk menerbitkan bukunya. Sekarang sudah 21 buku yang diterbitkan sendiri, dengan nama penerbit yang berbeda-beda. Peruntungan masing-masing individu memang berbeda-beda dan unik.


Ada juga seorang profesor yang mengajar tentang metode penulisan ilmiah kepada saya. Beliau mengungkapkan kalau pengalaman nulisnya baru dimulai setelah usianya menginjak angka 40an, saat itu terpikirkan oleh dirinya kalau usianya sudah mulai senja, tetapi belum ada yang ditinggalkan untuk generasi berikut. Karena gapainya, Beliau pernah membuat bukuhanya dalam tempo 2 minggu saja. Kata beliau, "Sejujurnya, sulit untuk mendapatkan nilai uang yang berlebihan

dari profesi nulis. Kalaupun ada itu hanya satu dan dua penulis”.

“ Penerbit kita kurang menghargai para penulis, lain di sini lain di England, di sana pendapatan dan copy right benar-benar diterapkan" demikian tambahnya.


Memang banyak alasan untuk menulis, ada yang hobby, ada yang pendapatannya untuk menutupi kehidupan sehari-hari, yang menarik dari cerita Professor yang mengajarkan aku bagaimana kiat-kiat menulis itusemata-mata agar setelah dia meninggal ada kenang-kenangan yang bisa dinikmati anak cucu, ibarat pepatah "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan penulis mati meninggalkan buku atau karya".



Lalu, bagaimana ya dengan kita?

Salam,

http://ferrydjajaprana.multiply.com



mariadi54 wrote on Apr 14
Pemikiran yg sangat baik, warisan apa yg akan kita tinggalkan yg dapat dibanggakan anak keturunan kita, yang bermanfaat tentunya. Harimau mati meninggalkan belang, mudah-mudahan kita mati tidak meninggalkan hutang.(InsyaAllah)
ferrydjajaprana wrote on Apr 15
Amin... ya robbal Alamin..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help