"Menatap Tuhan dalam Cermin-Nya".
Allahu Akbar, jelas bukan ttg puji keagungan atas porsi, volume ataupun esensi Tuhan yang paling besar. Karena dengan demikian, berarti kita telah menyemplungkan Tuhan kedalam tong barang-barang ciptaan (mahluk), lalu membanding-bandingkannya. Karenanya saya benar-benar sepakat pada kalam sang sufi yang mengatakan bahwa makna Allahu Akbar adalah Allahu akbar min an yu'rof, Allah Tuhan yang Maha abstrak, tak terjangkau oleh makrifat manusia manapun. Tentu, Itu tentang dzat Allah.
Namun Allah, sifat-sifat-Nya bertajalli dalam setiap mahluknya. Dengan kadar dan derajat yang tidak sama dalam tiap tingkatan alam raya ini. itulah cermin Tuhan, sebagai anugerah bagi sesiapa yang diberkati jiwa suci dan mata hati. Demi keindahan "cermin" Tuhan, semoga kita semua dianugrahi untuk bisa benar-benar menatap emanasi pantulan-Nya, bukan fatamorgana, bukan tahayyul, bukan ilusi. amiin.
hehehe, sekedar komentar sederhana mas
karena suka aja ama catatan cerminya bung ferry.
punten, maaf kalau berlebihan :)