ferry Djajaprana's Multiply Site


11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
imamisnaini wrote on Aug 23, '06
Terima kasih pencerahannya Mas
ferrydjajaprana wrote on Aug 23, '06
Sama-sama terima kasih juga atas apresiasinya Mas Imam
wonggaul wrote on Aug 23, '06
kalo begitu sama dengan kalimat tomsamchong(bhiksu) yaitu isi adalah kosong, kosong adalah isi.
ferrydjajaprana wrote on Aug 24, '06
Bisa saja sama, masuk dalam ranah spiritual akan ada kesamaan pandangan. Sama saja anda melihat ke angkasa semua bisa merasakan warna biru langit itu hakikat ilahiah, pandanglah ke kiri dan kanan atau dihadapan serta di belakang anda, maka semuanya antara satu dengan lainnya berbeda, itu hakikatnya memandang dalam syariah agama.
Comment deleted at the request of the author.
darji wrote on Sep 19, '06, edited on Sep 19, '06
"Menatap Tuhan dalam Cermin-Nya".

Allahu Akbar, jelas bukan ttg puji keagungan atas porsi, volume ataupun esensi Tuhan yang paling besar. Karena dengan demikian, berarti kita telah menyemplungkan Tuhan kedalam tong barang-barang ciptaan (mahluk), lalu membanding-bandingkannya. Karenanya saya benar-benar sepakat pada kalam sang sufi yang mengatakan bahwa makna Allahu Akbar adalah Allahu akbar min an yu'rof, Allah Tuhan yang Maha abstrak, tak terjangkau oleh makrifat manusia manapun. Tentu, Itu tentang dzat Allah.

Namun Allah, sifat-sifat-Nya bertajalli dalam setiap mahluknya. Dengan kadar dan derajat yang tidak sama dalam tiap tingkatan alam raya ini. itulah cermin Tuhan, sebagai anugerah bagi sesiapa yang diberkati jiwa suci dan mata hati. Demi keindahan "cermin" Tuhan, semoga kita semua dianugrahi untuk bisa benar-benar menatap emanasi pantulan-Nya, bukan fatamorgana, bukan tahayyul, bukan ilusi. amiin.

hehehe, sekedar komentar sederhana mas
karena suka aja ama catatan cerminya bung ferry.
punten, maaf kalau berlebihan :)
ferrydjajaprana wrote on Sep 20, '06
Terima kasih atas tambahannya, memang Tuhan itu seperti prasangka hamba-Nya, padahal prasangka hambaNya bisa berakhir pada sifat NamaNya, padahal Tuhan lebih dari itu, hanya bahasa manusia tidak mampu mengungkapnya..
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
elhaq wrote on May 24, '07
subhanallah....
wah bagus juga tuh tulisannya mas....
andaikan semua manusia dijagad raya ini mau bercermin pada hati nurani diri sendiri,besar kemungkinan tajalliyat nur ilahiyah akan menerangi dan menjadi penerang dirinya sepanjang masa. Allah Nur 'ala Nur
ferrydjajaprana wrote on May 24, '07
Setuju Mas El haq
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help