Ini saya review, hanya satu bab saja.
Ada sebuah pertanyaan yang mengungkapkan dimana Tuhan sebelum adanya penciptaan? Pertanyaan ini mengelitik saya untuk menggali lebih lanjut.
Menurut Ibnu Arabi, dalam bukunya Fusus Al Hikam mengungkapkan bahwa Tuhan pada saat itu ada di Hahut, Tuhan saat itu masih memperkenalkan dirinya sebagai Huwa . Ini bukan alam suatu maqom Absolut, daerah tak bernama. Kalau digambarkan adalah sebagai berikut :
Hahut-> Lahut (Qualities -Sifat – Nama- Permanent Entities) -> Alam ciptaan yang masih berupa relative/illusi (Alam Jabarut, Malakut, Mulk) -> Adamic
Kalau diibaratkan bawang yang dikupas/lingkar tahunan kayu jati, maka Hahut berada di area inti kambium. Berikutnya Lahut, ini masih bukan alam (sebagian mistikus menyebutnya alam(?) ini rasanya tidak tepat). Perlu diketahui Tuhan adalah Sang Pencipta, sementara alam adalah yang diciptakan. Tentu logikanya lokus Sang Pencipta bukanlah di alam. Disini Tuhan mengenalkan nama, sifat dan hal-hal tentang dirinya yang bersifat qualities, lalu alam berikutnya adalah alam ilusi dan alam kasat mata (Adamic).
Pemahaman manusia hanya sedikit tentang Tuhan, dimensi manusia mengenal Tuhan sebatas kepada nama (Allah), ini karena keterbatasan pemahaman 'Bahasa' manusia, yang hanya bisa mengenal Tuhan dari sosok bahasa.
Hakikatnya Tuhan adalah Maha Absolut, kita tak bisa menembusnya di Hahut, penyebutan Tuhan masa itu adalah HUWA ( orang Nasrani menyebutnya Yahweh) atau artinya DIA. Memahami Dia tentunya harus dengan bahasa hakikat (ontology) bagaimana Dia melihat tentang diriNya sendiri.
Memaksakan pemahaman tentang Ke Absolutan Tuhan memperkedilkan Tuhan dalam persepsi diri sendiri, karena logika tidak menembusNya, karena logika hanya mampu membedah alam nyata, yang terperangkap akan ruang dan waktu, sementara Tuhan itu lepad dari ruang dan waktu. Mampukah akal menguak Dzat Yang Lahir sekaligus Bathin, Dzat Yang Awal sekaligus Dzat Yang Akhir. Dua kondisi yang berseberangan dipaksa masuk dalam satu entitas.
(Tentang Huwa dan bagaimana sejarah penamaan Allah, termasuk penciptaan referensinya bisa klick :
http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/58)
Menyebut Tuhan dengan Huwa, sangat sulit bagi manusia untuk memahaminya, maka Tuhan menyebut nama dirinya adalah ALLAH.
Dengan menyebut dirinya Allah, maka dibahasakan beberapa sifat ketuhanan, di Islam ada yang disebut Asmaul Khusna, atau 99 Asma Allah. Dan ada sifat wajib Allah yang 20, ini yang wajib diketahui masih banyak malah yang tidak diketahui oleh manusia. Ibarat gunung es, hanya gunung (atribut nama Tuhan) saja yang terlihat tetapi badan gunungnya yang mencelup ke pedalaman samudra tidak nampak. Itu adalah lokus Tuhan pada saat itu, karena tuhan "narsis" ingin dikenal maka Tuhan memperkenalkan dirinya dengan menciptakan alam, sampai pada Adam.
Salam,
Ferry djajaprana