Puisi Mistis Rumi
Oleh : Ferry Djajaprana
Ocean
All of the Ocean is the wave, and the wafe
contains all of the Ocean.
The individual wave’s meovement comes from the Ocean behind it.
The Individual exists because the Ocean exists.
Jalaluddin Rumi
-o0o-
Di atas adalah cuplikan puisi karya Rumi pada buku Masnawi karyanya, yang menggambarkan metafora tentang alam. Bisakah anda membayangkan, tentang cerminan Tuhan yang digambarkan sebagai Samudra, dan ombak sebagai manusia?
Kisah, legenda, anekdot, dan puisi adalah sesuatu yang inheren dan memainkan peranan yang sangat penting dalam tradisi mistis Islam yang lebih dikenal dengan sebutan tasawuf, selain dimaksudkan untuk mencerahkan wawasan dan meningkatkan fleksibilitas mental, sering kali para guru dan para syeikh Sufi menggunakan berbagai media tersebut untuk menyampaikan ajaran-ajaran akhlak, etika, moralitas maupun rasa ektase dalam menapak jalan ruhani.
Dalam tulisan ini, akan dibahas tentang puisi mistis sebagai sarana untuk penyampaian pesan-pesan mistis yang penuh dengan metafora. Banyak penyair yang menggarap puisi mistis sebagai pelampias akan kerinduannya terhadap Tuhan, tetapi ada seorang penyair yang paling menonjol yaitu Jalaluddin Rumi..
Jalaluddin Rumi
Jalaluddin Rumi (1207-1273M) – seorang penyair sufi Persia dan merupakan maestro par excellence dalam dunia tasawuf yang sudah sangat termasyhur dan dikagumi, selain menulis kisah-kisah, Rumi juga pandai sekali meracik puisi yang sarat dengan simbolisme dan metaforisme, sekalipun puisinya nampak sederhana, ternyata harus dipahami dengan cara “melampaui” persepsi awam atau orang kebanyakan agar bisa dipetik hikmah atau kearifan yang terkandung di dalamnya.
Pada usia 39 tahun Rumi sudah menjadi sufi, Di Konya Rumi menjadi guru agama dan berkawan dengan Syamsuddin al-Thabritzi (w. 1247M), seorang pribadi yang misterius dan seorang pujangga yang jenius yang sangat berpengaruh dalam membuat syair. Ia telah mendorong perkembangan spiritual Rumi. Belakangan Rumi selain menulis tentang puisi ketika bersamanya, bahkan juga menulis mengenai pribadinya, inilah petikannya :
“Mentari dari Thabriz... adalah cahaya yang absolut...
Ia adalah matahari, dan kumpulan cahaya kebenaran Tuhan”.
Syamsuddin Al Thabritzi dipandang sebagai satu diantara kutub pada zamannya. Ia telah membawa Rumi menuju kenikmatan pengetahuan Tuhan secara langsung.
Mathnawi, adalah karangan Rumi mengenai ajaran-ajaran spiritual sufi dan kisah kesufian, dan juga berisi syair-syair yang berkualitas tinggi. Syamsuddin telah mengajak Rumi untukmenjalani kehidupan dalam tharekat Dervishi, dan tharekat Mevlevi (Arab: Maulawi) yang didirikannya dan berpusat di Konya - Turki.
Puisi Adalah Sarana Berekspresi Kecintaan Akan Tuhan
Ternyata dari berbagai literatur tentang Rumi yang khusus mengkaji tentang puisinya, saya dapat menyimpulkan, sebagai berikut :
1)Puisi karya Rumi ini ekstatis, romantis, Obsesi terhadap Tuhan, Penghambaan terhadap Tuhan, penghargaan terhadap sesama mahluk hidup.
2)Untuk menceritakan rasa transenden dan cinta mistis yang mendalam
3)Puisi yang dibuat bukan sekedar puisi yang berupa ungkapan rasa tetapi juga berisi kebenaran
4)Memberikan pencerahan dan sebagai petunjuk mencari Tuhan
5)Ekspresi kecintaan akan tuhannya.
-o0o-
Bibliography:
1) Idries Shah, The hundred tales of wisdom(100 kisah Rumi), Pustaka Hidayah, Yogyakarta, 2001
2) Will Johnson, “Rumi Gazing at the beloved: The Radical Practice of Beholding The Divine (Rumi Menatap Sang Kekasih), PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2005
3)Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002
4) Artikel-artikel tentang Rumi dari Browsing Internet ;
a.Coleman Barks Web Article of Rumi, address : http;//www.colemanbarks.com
b.Alexandra MArks, “Persian Poet Top Seller in America”
c.Phil Catalfo “The Soul of Rumi: A new collection of Ecstasic Poems”
d.Margaret Doyle “Translating Ecstassy: Coleman Barks on Rumi with a side of curry”.
Jakarta, 10 April 2007-04-11
http://ferrydjajaprana.multiply.comhttp://tasawuf.multiply.com